Informasi edukasi kesehatan, bukan pengganti konsultasi dengan dokter atau apoteker.
Apa itu Ibuprofen?
Ibuprofen masuk dalam obat dengan golongan analgesic, antipiretik, NSAID yang bisa meredakan rasa nyeri dan juga menurunkan demam. Cara kerja ibuprofen sendiri yaitu menghambat enzim pembentuk prostaglandin saat tubuh ada kerusakan atau cedera.
Ibuprofen sediaan tablet memiliki dua dosis yaitu dosis 200mg dan 400mg. keduanya memiliki keamanan dan logo yang berbeda, sesuai dengan dosis ibuprofen per-tablet.
· Ibuprofen 200mg, berlogo lingkaran hijau (obat golongan bebas). Obat ini bisa didapatkan tanpa resep dokter, ibuprofen dinilai cukup aman digunakan masyarakat untuk meredakan nyeri ringan hingga sedang (seperti sakit gigi atau nyeri haid ringan) secara mandiri, asalkan mematuhi aturan pakai dan tanda peringatan khusus (P. No. 1 hingga P. No. 6) yang tertera pada kemasan.
· Ibuprofen 400mg, berlogo lingkaran merah dengan logo K (obat golongan keras). Obat ini hanya didapatkan dengan resep dokter, ibuprofen 400mg merupakan dosis yang lebih pekat dan biasanya ditujukan untuk nyeri tingkat sedang hingga berat, seperti peradangan sendi akut (arthritis) atau pascaoperasi. Dengan dosis tinggi resiko efek samping ibuprofen meningkat terutama risiko iritasi lambung, luka lambung (tukak), hingga gangguan fungsi ginjal jika dikonsumsi sembarangan.
Untuk Sakit Apa Ibuprofen Digunakan?
1. Sakit kepala dan migraine,
2. Sakit gigi,
3. Sakit haid (dismenore),
4. Nyeri otot dan sendi,
5. nyeri pacsa-operasi.
Hanya meredakan nyeri ringan hingga sedang, apabila merasakan nyeri berat segera konsultasikan langsung dengan dokter.
Dosis dan Aturan Pakai Ibuprofen
· Dewasa, 200mg – 400mg setiap 4 – 6 jam sekali, atau bila diperlukan saja. Dosis maksimal 1,2 gr per hari,
· Anak usia 1 – 12 tahun, 5 – 10 mg/kg berat badan setiap 6 – 8 jam, bila diperlukan. Dosis maksimal 40mg/kg atau 4 dosis per hari,
· Anak usia 6 – 24 bulan, 50 mg setiap 6 – 8 jam untuk berat badan 6 – 7 kg dan 75 mg untuk berat badan 8 -10 kg.
Interaksi Obat dan Makanan Terhadap Ibuprofen
1. Interaksi ibuprofen dengan makanan
· Makanan atau susu, ibuprofen dianjurkan untuk dikonsumsi setelah makan atau dengan segelas susu. Hal ini dilakukan untuk melindungi lambung dan resiko iritasi lambung.
2. Interaksi ibuprofen dengan obat lain
· Pengencer Darah (Antikoagulan / Antiplatelet), Meningkatkan risiko perdarahan hebat pada saluran pencernaan,
· Anti-nyeri lain (sesama NSAID), tidak menambahkan efek antinyeri justru melipatgandakan resiko terjadinya iritasi lambung,
· Obat hipertensi atau diuretic, mengonsumsi bersamaan dengan ibuprofen dapat menurunkan efektivitas dari obat hipertensi dan meningkatkan resiko gangguan ginjal,
· Kortekosteroid, dapat meningkatkan resiko luka (ulkus) dan perdarahan lambung
· Antidepresan (golongan SSRI), dapat meningkatkan resiko perdarahan pada saluran cerna,
· Obat khusus (toksisitas tinggi), Ibuprofen menghambat pembuangan obat ini, menyebabkan penumpukan racun (toksisitas) dalam tubuh.
3. Interaksi ibuprofen dengan suplemen & herbal
· Herbal pengencer darah, Meningkatkan kecenderungan perdarahan jika diminum bersama ibuprofen.
Efek Samping Ibuprofen
· Efek samping umum (yang sering terjadi)
– Sakit perut
– Kembung
– Diare
– Nyeri ulu hati
– Mual dan muntah
– Pusing
– Sakit kepala ringan
– Rasa lelah
– Mengantuk
· Efek samping yang serius (segera hubungi dokter)
– Nyeri perut hebat
– Muntah berwarna hitam atau bercak darah
– BAB berwarna hitam dan lengket
– Tekanan darah meningkat (hipertensi)
– Kulit menguning
Ibuprofen untuk Ibu Hamil dan Ibu Menyusui :
|
Ibuprofen untuk ibu hamil |
Kategori C : |
|
Studi pada binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping ibuprofen terhadap janin, tetapi belum ada studi terkontrol pada ibu hamil |
|
|
ibuprofen untuk ibu menyusui |
Ibuprofen dapat digunakan oleh ibu menyusui dengan dosis sesuai aturan pakai pada kemasan produk atau anjuran dokter. |


