Informasi edukasi kesehatan, bukan pengganti konsultasi dengan dokter atau apoteker.
Apa itu Diclofenac Potassium?
|
Nama generik |
: |
diclofenac potassium (kalium diklofenak) |
|
Kekuatan sediaan |
: |
50mg per tablet |
|
Zat aktif |
: |
diklofenak kalium |
|
Kategori |
: |
Obat antiinflamasi nonsteroid (Non-Steroidal Anti-Inflammatory Drug atau NSAID). |
|
Golongan obat di Indonesia |
: |
termasuk golongan obat keras harus menggunakan resep dokter |
|
Bentuk sediaan |
: |
tablet oral |
|
Tujuan penggunaan |
: |
meredakan nyeri dan peradangan |
diclofenac potassium 50mg dapat meredakan rasa nyeri dan peradangan. Obat ini bekerja dengan menghambat pembentukan prostaglandin, yaitu zat yang berperan dalam timbulnya rasa nyeri dan proses peradangan. Penggunaannya harus dengan resep dokter.
Untuk Apa Diclofenac Potassium Digunakan?
·Nyeri otot dan sendi,
·Nyeri setelah cedera,
·Nyeri haid (dismenore),
·Nyeri gigi,
·Nyeri akut lainnya serta penyakit peradagan tertentu.
Diclofenac potassium 50mg bukan obat yang mengatasi seluruh penyebab nyeri. Misalnya, obat ini dapat mengurangi rasa sakit akibat cedera, tetapi tidak secara langsung memperbaiki kerusakan jaringan yang mendasarinya.
Dosis dan Aturan Pakai Diclofenac Potassium
Berikut adalah dosis diclofenac potassium 50mg berdasarkan usia :
·Dewasa, dosispemakaian 100 – 150 mg 2 – 3 kali sehari.
·Anak usia≥14 tahun, 75–100 mg per hari dibagi menjadi 2–3 dosis.
Interaksi Diclofenac Potassium Terhadap Obat lain
·Ibuprofen, naproksen, aspirin dosis antinyeri. Meningkatkan risiko gangguan lambung, perdarahan, dan efek samping NSAID,
·Warfarin dan antikoagulan lain. Meningkatkan risiko perdarahan,
·Kortikosteroid, misalnya prednisone. Meningkatkan risiko tukak dan perdarahan saluran cerna,
·ACE inhibitor atau ARB. Dapat mengurangi efektivitas pengendalian tekanan darah dan meningkatkan risiko gangguan ginjal,
·Diuretik. Dapat mengurangi efek diuretik dan meningkatkan risiko gangguan ginjal,
·Lithium. Dapat meningkatkan kadar lithium dalam darah,
·Methotrexate. Dapat meningkatkan risiko toksisitas methotrexate,
·Digoxin. Dapat meningkatkan kadar digoxin dalam darah,
·Ciclosporin atau tacrolimus. Dapat meningkatkan risiko gangguan ginjal.
Kontraindikasi dan peringatan penggunaan
·Alergi terhadap diklofenak atau komponen obat.
·Riwayat asma, biduran, atau reaksi alergi setelah penggunaan aspirin atau NSAID tertentu.
·Tukak lambung aktif atau perdarahan saluran cerna.
·Gagal ginjal, gagal hati, atau gagal jantung berat tertentu.
·Penyakit jantung iskemik, penyakit arteri perifer, atau penyakit serebrovaskular tertentu yang menjadi kontraindikasi pada informasi produk.
·Periode trimester ketiga kehamilan.
Efek Samping Diclofenac Potassium
Ada beberapa efek samping yang terjadi setelah mengonsumsi diclofenac potassium :
- Sakit perut atau sakit maag,
- Mual atau kembung,
- Diare atau sembelit,
- Pusing, kantuk, atau sakit kepala,
- Hidung tersumbat,
- Tekanan darah meningkat,
- Kaki atau tangan bengkak.
Diclofenac Potassium untuk Ibu Hamil dan Ibu Menyusui
|
Diclofenac potassium untuk ibu hamil |
Kategori D : |
|
|
Ada bukti bahwa kandungan obat berisiko terhadap janin manusia. Namun, obat dalam kategori ini masih mungkin digunakan ketika manfaat yang diperoleh lebih besar daripada risikonya, misalnya untuk mengatasi situasi yang mengancam nyawa. |
||
|
Diclofenac potassium untuk ibu menyusui |
Diclofenac dapat digunakan oleh ibu menyusui, selama sesuai dengan aturan pakai produk atau anjuran dokter. |
Kesimpulan
Diclofenac potassium 50 mg merupakan obat antiinflamasi nonsteroid yang dapat membantu meredakan nyeri dan peradangan pada berbagai kondisi. Efektivitasnya perlu diimbangi dengan perhatian terhadap efek samping, terutama gangguan lambung, ginjal, dan kardiovaskular, serta interaksi dengan obat lain.

