Informasi edukasi kesehatan, bukan pengganti konsultasi dengan dokter atau apoteker.

Apa Itu Omeproksil?

Omeproksil 500 mg merupakan obat antibiotik yang mengandung ciprofloxacin HCl 500 mg. Obat ini termasuk golongan antibiotik fluorokuinolon yang bekerja dengan menghambat enzim bakteri yang diperlukan untuk memperbanyak dan memperbaiki materi genetiknya.

Untuk Infeksi Apa Omeproksil Digunakan?

Dokter dapat meresepkan ciprofloxacin untuk berbagai infeksi bakteri, antara lain:

•        Infeksi saluran kemih (misalnya sistitis dan infeksi ginjal)

•        Infeksi saluran cerna, seperti diare akibat bakteri dan demam tifoid

•        Infeksi kulit dan jaringan lunak

•        Infeksi tulang dan sendi

•        Infeksi saluran napas tertentu

•        Infeksi prostat dan sebagian infeksi menular seksual

Pemilihan antibiotik selalu bergantung pada jenis kuman, lokasi infeksi, dan kondisi pasien. Karena itu, obat yang cocok untuk satu orang belum tentu cocok untuk orang lain.

Dosis dan aturan pakai Omeproxil

Dosis Omeproksil tidak dapat ditentukan hanya berdasarkan usia atau jumlah tablet. Penentuan dosis harus mempertimbangkan jenis infeksi, tingkat keparahan penyakit, kondisi ginjal, obat lain yang sedang dikonsumsi, serta respons pasien terhadap pengobatan. Dosis pada anak atau balita ditentukan dari berat badan (BB) pasien

·         Infeksi ringan/sedang saluran kemih 2 x 250 mg sehari

·         Infeksi berat saluran kemih 2 x 500 mg sehari

·         Infeksi ringan/sedang saluran nafas, tulang, sendi, kulit, jaringan lunak 2 x 250 mg sehari

·         Infeksi berat saluran nafas, tulang, sendi, kulit, jaringan lunak 2 x 500 mg sehari

·         Prostatitis kronis 2 x 500 mg sehari

·         Infeksi saluran cerna 2 x 500 mg sehari

·         Gonore akut 250 mg dosis tunggal

 

Siapa yang Tidak Boleh atau Perlu Ekstra Hati-hati?

Tanyakan kembali kepada dokter atau apoteker bila Anda termasuk salah satu dari kondisi berikut:

•        Pernah alergi terhadap ciprofloxacin atau antibiotik golongan kuinolon lain

•        Pernah mengalami nyeri atau robek tendon setelah memakai antibiotik kuinolon

•        Memiliki miastenia gravis (kelemahan otot), karena obat ini dapat memperburuk gejalanya

•        Memiliki riwayat kejang atau epilepsi

•        Memiliki gangguan irama jantung atau sedang memakai obat yang mempengaruhi irama jantung

•        Memiliki gangguan ginjal atau hati

•        Menderita diabetes, karena gula darah bisa naik atau turun terlalu rendah

•        Memiliki riwayat pelebaran pembuluh darah besar (aneurisma aorta)

•        Memiliki kekurangan enzim G6PD

•        Sedang memakai obat tizanidine (pelemas otot), karena kombinasinya berbahaya

Aturan Pakai yang Aman

1.       Ikuti resep dokter untuk dosis, jarak waktu minum, dan lama pengobatan. Jangan menambah atau mengurangi sendiri.

2.       Telan kaplet utuh dengan air putih yang cukup. Jangan dikunyah atau digerus kecuali diarahkan tenaga kesehatan.

3.       Habiskan antibiotik sesuai anjuran dokter, meski gejala sudah membaik, agar kuman tidak bertahan dan menjadi kebal.

4.       Beri jarak dengan susu, produk olahan susu, suplemen kalsium, zat besi, seng, magnesium, serta antasida. Zat-zat ini menghambat penyerapan obat. Umumnya obat diminum sekitar 2 jam sebelum atau 6 jam sesudah produk tersebut.

5.       Jika lupa minum, segera minum begitu ingat, kecuali sudah mendekati jadwal berikutnya. Jangan menggandakan dosis.

6.       Batasi paparan sinar matahari langsung dan gunakan pelindung diri, karena obat ini dapat membuat kulit lebih sensitif terhadap matahari.

7.       Kurangi kafein dan hindari olahraga berat selama pengobatan, terutama bila ada nyeri pada otot atau sendi.

Efek Samping dan Tanda Bahaya

Efek samping yang cukup sering muncul antara lain mual, diare, sakit perut, sakit kepala, pusing, dan gangguan tidur. Umumnya ringan dan membaik setelah obat selesai.

Hentikan obat dan segera ke dokter atau fasilitas kesehatan bila muncul:

•        Nyeri, bengkak, atau kaku di tumit, betis, bahu, atau tendon lain

•        Kesemutan, mati rasa, atau rasa terbakar di tangan dan kaki

•        Perubahan suasana hati, cemas berat, halusinasi, atau sulit berpikir jernih

•        Jantung berdebar tidak normal atau pingsan

•        Diare berat, berair, atau berdarah

•        Ruam, bibir atau wajah bengkak, sesak napas (tanda alergi berat)

•        Gejala gula darah rendah seperti gemetar, keringat dingin, dan lemas mendadak

Mitos dan Fakta

No

Mitos

Fakta

1.

Omeproksil adalah obat maag karena namanya mirip omeprazole.

Omeproksil adalah antibiotik (ciprofloxacin), sedangkan omeprazole adalah obat penurun asam lambung. Keduanya sama sekali berbeda.

2.

Antibiotik kuat bisa dibeli dan disimpan untuk berjaga-jaga.

Antibiotik hanya untuk infeksi bakteri tertentu dan harus sesuai resep. Pemakaian sembarangan memicu resistensi, yaitu kuman yang kebal sehingga infeksi makin sulit diobati.

3.

Kalau sudah merasa sehat, obat boleh dihentikan.

Lama pengobatan ditentukan dokter. Berhenti terlalu cepat dapat membuat infeksi kambuh.

Omeproksil untuk ibu hamil dan ibu menyusui:

Pada ibu hamil

Kategori C :

Studi pada hewan menunjukkan adanya efek samping pada janin. Namun, tidak ada studi yang terkontrol pada wanita hamil.

Pada ibu menyusui

Peringatan Menyusui :

 

Ciprofloxacin terdistribusi ke dalam ASI. Konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu

Kesimpulan

Omeproksil dengan kandungan ciprofloxacin adalah antibiotik yang efektif untuk berbagai infeksi bakteri, tetapi bukan obat untuk semua orang. Pada orang dewasa obat ini dapat digunakan dengan resep, pada lansia perlu kewaspadaan lebih, pada anak dan balita hanya untuk kondisi tertentu atas keputusan dokter, dan pada ibu hamil maupun menyusui umumnya dihindari. Pesan terpentingnya: gunakan hanya dengan resep, sesuai dosis, dan dihabiskan sesuai anjuran. Bila ragu, bertanyalah kepada dokter atau apoteker sebelum minum obat.